Sebagai alternatif lain jika biasanya kita menggunakan apache sebagai webserver, ada pilihan lain yaitu berupa Nginx webserver (dibaca: Engine X), Nginx sama halnya dengan apache juga berlabel open source. Dari beberapa artikel yang saya baca, salah satu keunggulan yang menarik dari nginx adalah Nginx relatif lebih kecil dalam memakan resource memory ketimbang Apache, Nginx juga sangat cepat dalam menangani file statis (javascript, html, image , css file), intinya Nginx bisa mengakalin resource yang terbatas di server. Nginx sendiri dikembangkan oleh seorang dari Rusia bernama Igor Sysoev , dokumentasi dan resourcenya dapat dibaca di wiki nya.
Di kesempatan ini, saya mencoba konfigurasi dan instalasi Nginx di mesin ubuntu 10.04,
Instal Nginx, secara default paket nginx sudah temasuk di dalam repository ubuntu, jika belum ada maka tambahkan manual add Ubuntu PPA Launchpad nya, dengan perintah
sudo su - echo "deb http://ppa.launchpad.net/nginx/stable/ubuntu lucid main" >> /etc/apt/sources.list apt-key adv --keyserver keyserver.ubuntu.com --recv-keys C300EE8C apt-get update
Lalu baru instal Nginx
apt-get install nginx
Untuk menjalankannya atau menyetop webserver Nginx dengan perintah
nginx -s [ stop | quit | reopen | reload ]
Hasil jika Nginx berhasil di jalankan


Terlihat dari nama addon nya saja terlihat unik hohoho.., perlu dicoba nih, ternyata Greasemonkey adalah sebuah add-on bagi firefox yang kegunaan utamanya untuk mengaplikasikan sebuah script (tepatnya javascript) ke sebuah web yang anda kunjungi, mulai dari mengubah warna, tema, tulisan bahkan melakukan aksi otomatis seperti login dan download.
Sekedar review pelengkap, bagi anda yang suka mendownload file file besar…, dan secara bersamaan mungkin tidak cukup saja dengan menggunakan downloader standard bawaan browser atau sejenisnya. Tidak salahnya jika mencoba dan membandingkannya beberapa download manager yang cukup terkenal untuk ubuntu, antara lain